Showing posts with label Remaja. Show all posts
Showing posts with label Remaja. Show all posts

Kisah Muslimah: Buku Diary Annisa

Kisah ini saya dapat dari sahabatku yang bekerja di salah satu perusahaan asing. Disini saya kutipkan kisah nyata seorang gadis yang menginjak remaja atau kerennya jaman sekarang (ABG) yang sebelumnya
tidak karuan tingkah lakunya, namun setelah sadar akan kekeliruannya dan sudah mengerti “HIKMAH MEMAKAI JILBAB” Allah Ta’ala memanggilnya.
kisah muslimah diary annisa

Kisah nyata ini dari kawan saya bekerja. Kisah nyata ini semoga berguna bagi yang membacanya, terutama kaum Hawa, juga bagi yang punya istri, yang punya anak perempuan, adik perempuan, saudara perempuan,
kakak perempuan, yang masih punya Ibu, yang punya keponakan perempuan……..

Sahabatku menceritakan:

Ini cerita tentang adikku Nur Annisa , gadis yang baru beranjak dewasa namun rada Bengal dan tomboy. Pada saat umur adikku menginjak 17 tahun, perkembangan dari tingkah lakunya rada mengkhawatirkan ibuku , banyak teman cowoknya yang datang kerumah dan itu tidak mengenakkan ibuku sebagai
seorang guru ngaji. Untuk mengantisipasi hal itu ibuku menyuruh adikku memakai jilbab, namun selalu
ditolaknya hingga timbul pertengkaran pertengkaran kecil diantara mereka. Pernah satu kali adikku berkata dengan suara yang rada keras: “Mama coba lihat deh , tetangga sebelah anaknya pakai jilbab namun
kelakuannya ngga beda beda ama kita kita , malah teman teman Ani yang disekolah pake jilbab dibawa om om , sering jalan jalan , masih mending Ani, walaupun begini-gini ani nggak pernah ma kaya gituan .”

Bila sudah seperti itu ibuku hanya mengelus dada, kadangkala di akhir malam kulihat ibuku menangis , lirih terdengar doanya: “Ya Allah , kenalkan Ani dengan hukum Engkau ya Allah “.

Pada satu hari didekat rumahku, ada tetangga baru yang baru pindah. Satu keluarga dimana mempunyai enam anak yang masih kecil kecil. Suaminya bernama Abu Khoiri ,(entah nama aslinya siapa) aku kenal
dengannya waktu di masjid.

Setelah beberapa lama mereka pindah timbul desas desus mengenai istri dari Abu Khoiri yang tidak pernah keluar rumah , hingga dijuluki si buta , bisu dan tuli. Hal ini terdengar pula oleh Adikku , dan dia bertanya sama aku: “Kak , memang yang baru pindah itu istrinya buta , bisu dan tuli ? “ "Hus" aku jawab sambil
lalu, "kalau kamu mau tau datangin aja langsung kerumahnya”.

Eehhh tuuh, anak benar benar datang kerumah tetangga baru.

Sekembalinya dari rumah tetanggaku , kulihat perubahan yang drastis pada wajahnya, wajahnya yang biasa cerah nggak pernah muram atau lesu menjadi pucat pasi….entah apa yang terjadi.?

Namun tidak kusangka selang dua hari kemudian dia meminta pada ibuku untuk dibuatkan Jilbab ..yang panjang, lagi..rok panjang, lengan panjang…

Aku sendiri jadi bingung….aku tambah bingung campur syukur kepada Allah karena kulihat perubahan yang ajaib..yah kubilang ajaib karena dia berubah total..tidak banyak lagi anak cowok yang datang kerumah atau teman teman wanitanya untuk sekedar bicara yang nggak karuan…kulihat dia banyak merenung, banyak baca baca majalah islam yang biasanya dia suka beli majalah anak muda kayak majalah gadis atau femina berganti jadi majalah majalah islam , dan kulihat ibadahnya pun melebihi aku …tak ketinggalan tahajudnya, baca Qur’annya, sholat sunat nya…dan yang lebih menakjubkan lagi….bila teman ku datang dia menundukkan pandangan…

Segala puji bagi Engkau ya Allah jerit hatiku..

Tidak berapa lama aku dapat panggilan kerja di kalimantan, kerja di satu perusahaan asing (PMA). Dua bulan aku bekerja disana aku dapat kabar bahwa adikku sakit keras hingga ibuku memanggil ku untuk pulang ke rumah (rumahku di Madiun). Di pesawat tak henti hentinya aku berdoa kepada Allah agar
Adikku di beri kesembuhan, namun aku hanya berusaha, ketika aku tiba di rumah, didepan pintu sudah banyak orang, tak dapat kutahan aku lari masuk kedalam rumah, kulihat ibuku menangis, aku langsung
menghampiri dan memeluk ibuku, sambil tersendat sendat ibuku bilang sama aku: “Dhi, adikkmu bisa ucapkan dua kalimat Syahadah diakhir hidupnya."

Tak dapat kutahan air mata ini…

Setelah selesai acara penguburan dan lainnya, iseng aku masuk kamar adikku dan kulihat Diary diatas mejanya Diary yang selalu dia tulis, Diary tempat dia menghabiskan waktunya sebelum tidur kala kulihat
sewaktu adikku-rahimahullah masih hidup, kemudian kubuka selembar demi selembar…hingga tertuju pada satu halaman yang menguak misteri dan pertanyaan yang selalu timbul di hatiku..perubahan yang terjadi
ketika adikku baru pulang dari rumah Abu Khoiri

Disitu kulihat tanya jawab antara adikku dan istri dari tetanggaku, isinya seperti ini :

Tanya jawab ( kulihat dilembaran itu banyak bekas tetesan airmata ):

Annisa : Aku berguman (wajah wanita ini cerah dan bersinar layaknya bidadari), ibu, wajah ibu
sangat muda dan cantik.
Istri tetanggaku : Alhamdulillah, sesungguhnya kecantikan itu datang dari lubuk hati.
Annisa : Tapi ibu kan udah punya anak enam, tapi masih kelihatan cantik.
Istri tetanggaku : Subhanallah, sesungguhnya keindahan itu milik Allah dan bila Allah berkehendak, siapakah yang bisa menolaknya.
Annisa : Ibu, selama ini aku selalu disuruh memakai jilbab oleh ibuku, namun aku selalu menolak karena aku pikir nggak masalah aku nggak pakai jilbab asal aku tidak macam macam dan kulihat banyak wanita memakai jilbab namun kelakuannya melebihi kami yang tidak memakai jilbab, hingga aku nggak pernah mau
untuk pakai jilbab, menurut ibu bagaimana?
Istri tetanggaku : Duhai Annisa, sesungguhnya Allah menjadikan seluruh tubuh wanita ini perhiasan dari ujung rambut hingga ujung kaki, segala sesuatu dari tubuh kita yang terlihat oleh bukan muhrim kita semuanya akan dipertanggung jawabkan dihadapan Allah Ta’ala diakhirat nanti, jilbab adalah hijab untuk wanita.
Annisa : Tapi yang kulihat banyak wanita yang memakai jilbab yang kelakuannya nggak enak, nggak karuan.
Istri Tetanggaku : Jilbab hanyalah kain, namun hakekat atau arti dari jilbab itu sendiri yang harus kita pahami.
Annisa : Apa itu hakekat jilbab ?
Istri Tetanggaku : Hakekat jilbab adalah hijab lahir batin. Hijab mata kamu dari memandang lelaki yang bukan mahram kamu. Hijab lidah kamu dari berghibah (ghosib) dan kesia-siaan, usahakan selalu berdzikir kepada Allah . Hijab telinga kamu dari mendengar perkara yang mengundang mudharat baik untuk dirimu maupun masyarakat. Hijab hidungmu dari mencium cium segala yang berbau busuk. Hijab tangan-tangan kamu dari berbuat yang tidak senonoh. Hijab kaki kamu dari melangkah menuju maksiat. Hijab pikiran kamu dari berpikir yang mengundang syetan untuk memperdayai nafsu kamu. Hijab hati kamu dari sesuatu selain
Allah , bila kamu sudah bisa maka jilbab yang kamu pakai akan menyinari hati kamu, itulah hakekat jilbab.
Annisa : Ibu aku jadi jelas sekarang dari arti jilbab, mudah mudahan aku bisa pakai jilbab, namun bagaimana aku bisa melaksanakan semuanya.
Istri tetanggaku : Duhai Anisa bila kamu memakai jilbab itulah karunia dan rahmat yang datang dari Allah yang Maha Pemberi Rahmat, yang Maha Penyayang, bila kamu mensyukuri rahmat itu kamu akan diberi kekuatan untuk melaksanakan amalan amalan jilbab hingga mencapai kesempurnaan yang diinginkan
Allah . Duhai Anisa, ingatlah akan satu hari dimana seluruh manusia akan dibangkitkan dari kuburnya.
Ketika ditiup terompet yang kedua kali, pada saat roh roh manusia seperti anai anai yang bertebaran dan dikumpulkan dalam satu padang yang tiada batas, yang tanahnya dari logam yang panas, tidak ada rumput maupun tumbuhan.
Ketika tujuh matahari didekatkan di atas kepala kita namun keadaan gelap gulita. Ketika
seluruh Nabi ketakutan. Ketika ibu tidak memperdulikan anaknya, anak tidak memperdulikan ibunya, sanak
saudara tidak kenal satu sama lain lagi, kadang satu sama lain bisa menjadi musuh, satu kebaikan lebih  berharga dari segala sesuatu yang ada dialam ini.
Ketika manusia berbaris dengan barisan yang panjang dan masing masing hanya memperdulikan nasib dirinya, dan pada saat itu ada yang berkeringat karena rasa takut yang luar biasa hingga menenggelamkan dirinya, dan rupa rupa bentuk manusia bermacam macam tergantung dari amalannya, ada yang melihat ketika hidupnya namun buta ketika dibangkitkan, ada yang berbentuk seperti hewan, ada yang berbentuk seperti syetan, semuanya menangis, menangis karena hari itu Allah murka, belum pernah Allah murka sebelum dan sesudah hari itu, hingga ribuan tahun manusia didiamkan Allah dipadang mahsyar yang panas membara hingga Timbangan Mizan digelar itulah hari Yaumul Hisab.
Duhai Annisa, bila kita tidakberusaha untuk beramal dihari ini, entah dengan apa nanti kita menjawab bila kita di sidang oleh Yang Maha Perkasa, Yang Maha Besar, Yang Maha Kuat, Yang Maha Agung, Allah. Di
Yaumul Hisab nanti! Di HariPerhitungan nanti!!

Sampai disini aku baca diarynya karena kulihat, berhenti dan banyak tetesan airmata yang jatuh dari pelupuk matanya, Subhanallah, kubalik lembar berikutnya dan kulihat tulisan, kemudian kulihat tulisan kecil di
bawahnya:

Buta, tuli dan bisu, wanita yang tidak pernah melihat lelaki selain muhrimnya, wanita yang tidak pernah mau
mendengar perkara yang dapat mengundang murka Allah Ta’ala, wanita yang tidak pernah berbicara ghibah, ghosib dan segala sesuatu yang mengundang dosa dan sia sia 

Tak tahan airmata ini pun jatuh membasahi diary.

Itulah yang dapat saya baca dari diarynya, semoga Allah menerima Adikku di sisinya, Amin ,
Subhanallah.

Bapak-Bapak, Ibu-ibu, Saudara-Saudaraku, adik-adikku dan Anak-anakku yang dimuliakan oleh Allah . Khususnya kaum hawa. Saya mengharap kisah nyata ini bisa menjadi iktibar, menjadi pelajaran bagi kita , bagi putri-putri kita semua. Semoga meresap dihati yang membacanya dan semoga Allah Ta’ala senantiasa memberi petunjuk, memberi Rahmat, hidayah bagi yang membaca dan menghayatinya.

Semoga Allah senantiasa memberikan kekuatan iman kita untuk menjalankan (memenuhi) segala perintah-Nya dan menjauhi segala apa-apa yang dilarang-Nya, dan mendapat derajat takwa yang tinggi, selamat didunia sampai di akhirat nanti, mendapat pertolongan dan syafa’at di hari yaumul hisab dan mendapat
surga yang tinggi, amien.

Wallaahu a’lam bish shawab, billaahi taufik wal hidayah.

Wassalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakatuh.

Sumber: Facbooka Maktabah Ilmu
More aboutKisah Muslimah: Buku Diary Annisa

Puisi Tangisan Doa untuk Orang Tua

Untukmu Duhai Orang Tua !!!

puisi tangisan doa orang tua

Duhai para orangtua..
Engkau lihat anak-anakmu begitu lucu..
ketika bayi sampai hampir mencapai baligh

Saat mengenalkan huruf-huruf hijaiyah
Mereka begitu giatnya mengaji dan belajar agama

Kau antar mereka mengaji ke surau-surau
Kau temani mereka mengeja Al-Quran di taman-taman

Tetapi lihatlah kini duhai orang tua..hanya sekedipan mata..

Anak-anak yang lucu dan manis kini mengenal dunia remaja..

Sudah sebagian dari mereka hilang tak mengenali kita..

Sudah sebagiannya tak mengenali agama kita, tak mengenali adab kepada kita..

Mereka sibuk dengan dunia-nya

Duhai orang tua...

Sebatas mana engkau bertanggungjawab terhadap putra putrimu di dunia dan Akhirat..

Dan apabila datang suara yang memekakkan (tiupan sangkakala yang kedua), pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari istri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya... (QS: 'Abasa: 33-37)
More aboutPuisi Tangisan Doa untuk Orang Tua

Bagaimana Shalatnya Penumpang Kereta Api?

shalatnya penumpang kereta api
Sumber gambar Ilustrasi: Google
Selama berkali-kali safar dengan kereta Bandung-Surabaya atau sebaliknya. Notabene memakan waktu 12 Jam lebih. Melewati waktu shalat maghrib, Isya', dan Shubuh di perjalanan. Yang seringkali terlihat (secara dzahir) beberapa penumpang depan atau samping atau belakang adalah muslim. Dan kenyataannya dari pengamatan adalah tidak mengerjakan shalat.

Awalnya berprasangka oh di Jama' di akhir, akan tetapi setelah tidak tidur dan melihat bahwa tidak mungkin menjamak 3 shalat sekaligus. Dan kenyataannya saat shubuh tiba, yang tampak adalah mereka tetap santai. Padahal telah jelas firman Allah -subhanahu wata'ala- :

{… إِنَّ الصَّلاَةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَّوْقُوتًا }

Artinya: “…Sesungguhnya salat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”.( QS. An Nisa: 103)

Shalat itu begitu penting, sehingga hanya gugur pada beberapa orang (misal orang haidh, mereka tidak boleh shalat -pen-), sedangkan bagi mereka yang masih mampu maka wajib secara tegas untuk menegakkan shalat, dan orang-orang sakit tetap dibebani kewajiban ini sesuai kemampuan mereka.

Kembali ke perkara meremehkan shalat dalam keadaan safar, maka Islam adalah agama yang sempurna. Tiada yang terluput darinya tentang kehidupan umatnya kecuali telah ada aturannya. Dari perkara yang terkesan remeh, hingga apalagi perkara yang penting seperti shalat. Dan seorang musafir (orang yang bepergian) tetap menyandang kewajiban shalat. Yang notabene tidak memberatkan meski dalam keadaan bergerak di kendaraan. Misal shalat dengan duduk, dan menghadap tidak wajib ke kiblat, sesuai kemampuannya.

Ibaratnya, shalat itu adalah dinding sebuah rumah di hutan. Yang membatasi penghuni rumah dengan dunia luar yang berbahaya. Dan yang hendaknya di khawatirkan seorang muslim adalah jatuhnya dia dalam kekafiran karena meninggalkan shalat.

Rasulullah shallallahu alaihi wa salam bersabda, “Sesungguhnya batasan antara seseorang dengan kekafiran dan kesyirikan adalah shalat. Barangsiapa meninggalkan shalat, maka ia kafir”

[Perkataan ini diriwayatkan oleh At Tirmidzi dari Abdullah bin Syaqiq Al ‘Aqliy seorang tabi’in dan Hakim mengatakan bahwa hadits ini bersambung dengan menyebut Abu Hurairah di dalamnya. Dan sanad (periwayat) hadits ini adalah shohih. Lihat Ats Tsamar Al Mustathob fi Fiqhis Sunnah wal Kitab, hal. 52]

Terkait hukum kafir untuk setiap pelaku yang secara sadar dan sengaja meninggalkan shalat ini ada perkataan Syaikh Muhammad bin Sa'id Ruslan hafizhahullahu (secara makna) yang begitu mengena :

"Saya berpegang pada nash dan dalil yang mengatakan kafirnya mereka yang meninggalkan shalat. Adapun pendapat yang mengatakan tidak kafir, atau kufur yang tidak menyebabkan kekafiran. Maka saya katakan, apakah layak seorang muslim dengan sengaja menjerumuskan dirinya ke kekufuran ?"

Jagalah shalatmu wahai saudaraku !

Oleh: Muhammad Nur Faqih - Jember (Mahasiswa ITB)
More aboutBagaimana Shalatnya Penumpang Kereta Api?

Kisah Haru: Engkau Akan Menangis Jika Membacanya, Insya Allah

JUDUL: CERITA SEBUAH KATA

ayah dan anak

Oleh: Akhyar Hadi, Mahasiswa Univ. Islam Madinah angkatan 1433 H
Juara I Kategori: Lomba Karya Tulis Bebas Pekilo UIM

Lelaki itu seperti lelaki tua biasa. Biasanya lelaki tua sepertinya ditemui di lambung Masjid Nabawi, sebagai jamaah umroh akibat terlalu lama menunggu giliran haji. Atau lelaki tua sepertinya ada di sawah, kelelahan mencangkul walau matahari baru naik setengah. Bisa juga lelaki sepertinya kita temui sedang duduk-duduk di teras sambil menghias pot bunga, membersihkan rumput, dan menanam pohon kecil di pekarangan. Atau, kalau kita menyaksikan berita banjir di TVRI, lelaki seperti ini biasanya diwawancarai karena terlambat mendapat jatah bantuan mie instan. Dia jenis lelaki yang mudah didapati. Lelaki tua yang biasa ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

Diusianya yang sudah memasuki kepala enam, wajar jika seluruh rambut di kepalanya memutih. Tiap-tiap helai itu adalah gambaran masalah yang dilaluinya, guratan-guratan kerut di wajahnya adalah lambang goresan waktu yang jemawa. Tangan kanan dan kirinya tak lagi sekuat dulu. Bahunya yang dulu kekar, kini mulai kurus dan membungkuk. Ototnya lemah. Kadang dia beristighfar sambil menarik napas panjang ketika lelah. Tapi kawan, matanya istimewa. Di situlah pusat gravitasi pesona dirinya. Matanya itu, sang jendela hati, adalah layar yang mempertontonkan jiwanya yang tak pernah kosong. Seseorang yang biasa kucium tangannya. Ayah, kupanggil ia.

Ayahku adalah ayah pada umumnya. Ayah yang ketika aku kecil, menyediakan tempat duduk istimewa untukku saat karnaval kota malam Idul Fitri. Dia mendudukkanku di bahunya, digenggamnya erat kakiku agar nyaman saat duduk. Tak ia pedulikan karnaval itu. Karena tawaku adalah karnaval baginya. Bahagiaku adalah iringan semangat hidupnya.

Aku juga masih kecil saat itu. Ayah hanya seorang supir truk batubara di pedalaman Kalimantan. Bekerja selepas Isya lalu pulang sehabis Shubuh. Ayah adalah lelaki pendiam, tak banyak bicara. Tak suka memukul. Tak pandai ia marah. Walau begitu, ayah adalah tolak ukur tindakan bagiku, contoh hidup tingkah laku. Tak pernah ia cerewet menyuruhku salat. Ia hanya mengerjakan, lalu mengajakku bersamanya. Sesederhana itu, Kawan. Ia juga sangat ingin aku sering-sering membaca Al-Quran, walau tak pernah ia menyuruh. Walau tak pernah ia mencontohkan cara membaca Al-Quran. Kau tahu kenapa, Kawan? Karena kutahu, ia pun terbata membacanya.

Biasanya aku menghabiskan waktu bersama ayahku tiap akhir pekan. Aku senang berada di bak truk besarnya. Beliau duduk bersamaku sambil bercerita. Tentang para pahlawan, tentang panorama-panorama, bintang dan planet-planetnya, tentang semesta, juga tentang kota-kota yang pernah disinggahinya. Dia senang bercerita tentang banyak kota, dan aku tahu kota impiannya adalah Mekkah dan Madinah. Jauh, jauh di lubuk hatinya ia mendambakan kota itu melebihi kota manapun di dunia. Walau dia tak mengatakannya langsung, tapi aku tahu dengan sendirinya, seolah ada bahasa lain selain bahasa lisan, bahasa yang dijalin antara seorang anak dan ayahnya dari hati ke hati.

“Ayah ingin sekali pergi haji.”

Begitu kiranya jika kata itu diucapkan.

Aku masih muda, sedang ayah menua. Semenjak krisis ekonomi, harga batubara anjlok. Ayah dengan setumpuk masalah keuangan yang menimpanya bangkrut. Truk besar tua kami mogok. Rusak. Sekarat. Seolah bosan terlalu lama memikul bongkahan-bongkahan batu hitam langka. Tak bisa lagi diperbaiki karena tak ada biaya. Ayah tak bisa lagi bekerja. Ayah menganggur bertahun-tahun lamanya.

Ayah pun sekarang menikmati masa tuanya dengan belajar banyak dari agama. Sering pergi ke kajian-kajian ilmiah. Rajin ia membaca. Berlama-lama dengan kumpulan buku dan majalahnya. Jiwa tua itu masih sangat antusias. Sesuatu yang tak ia dapat selagi muda. Matanya, iya matanya, selalu membulat ketika menjelaskan kalau bid’ah itu semuanya sesat. Walau kata-katanya sedikit, aku dibuatnya percaya kalau semua kesesatan itu tempatnya di neraka. Dia juga orang paling mengamati tiap senti celana. Dijaganya agar aku tak menjulurkan pakaian melebihi batasnya. Ayah sangat senang pergi ke masjid. Tak pernah absen ia ke sana. Tubuh tuanya itu mendadak kuat jika berjalan sebelum waktu Shubuh yang dingin, dan jika ia pergi ke masjid sebelum Maghrib, maka ia akan datang ke rumah setelah Isya. Dengan kaki-kaki tuanya. Hampir satu kilometer jauhnya.

Setelah lulus sekolah menengah atas di sebuah kota di Banjarmasin, aku merantau belajar menjadi mekanik handphone dan komputer di tempat pamanku, di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Setelah setahun di sana dan merasa punya skill, aku kembali ke Banjarmasin dengan tujuan bisa kuliah sambil membuka sebuah toko service handphone dan komputer. Aku mulai membeli alat-alat service, juga iklan di sana-sini. Mendadak, aku terkenal dengan julukan tukang handphone. Aku menjalankan bisnis ini pelan-pelan, dari pintu ke pintu. Mulai dari keluarga sampai orang-orang di sekitarku. Pelangganku pun bermacam-macam, Kawan. Dari tukang kambing, pedagang asongan, pengangguran, ustadz, ibu rumah tangga, sampai mahasiswa. Kau tahu, Kawan, kenapa mereka senang aku memperbaiki telepon tangan mereka? Jawabannya adalah karena mereka bisa menentukan garansi semau mereka.

Namun hari itu, Kawan, hari itu adalah hari aku bersama ayah pergi ke sebuah majelis taklim, di mana setelah memberikan tausiyah, seorang ustadz menawarkan beasiswa bagi lulusan SMA yang ingin menghafal Al-Quran di Bogor. Ayah menunduk. Didengarnya iklan itu dengan seksama. Aku melihat matanya.

“Ayo kita pulang, Yar.”

Mata teduhnya tak bisa mengecohku. Sembilan belas tahun menjadi anaknya tentu aku mengerti maksudnya.
Ia ingin Aku lebih baik darinya. Bisa membaca Al-Quran dengan sempurna. Tak seperti dirinya yang terbata.

Namun tak bisa ia meminta. Ia masih tak banyak bicara.

“Saya mendaftar beasiswa itu, Yah. Kalau diterima Saya langsung berangkat ke Bogor.”

Kulihat matanya membulat. Wajahnya berseri seketika.Walau tanpa kata, namun ada senyum di sana. Bagiku, melihatnya tersenyum adalah sebuah harta.

...

Dan akhirnya aku benar-benar mendapatkan beasiswa itu. Walau aku tahu, aku sebenarnya tidak bisa membaca Al-Quran dengan baik, setidaknya aku akan berusaha. Setidaknya aku akan belajar untuk membuatnya bangga. Aku ingin mengajarinya, membaca Al-Quran bersamanya. Walau aku sadar, Aku hanya seorang tukang service handphone. Tapi Kawan, bukankah Syaikh Albani yang nama beliau sering kujumpai di buku dan majalah ayahku juga pernah menjadi seorang mekanik jam?

Hari itu aku meninggalkannya merantau lagi ke pulau Jawa. Setelah mencium tangannya, aku memeluknya. Hangat sekali peluknya, seperti selimut bagi seorang gelandangan kota Malang yang kedinginan. Jam dua malam.

“Hati-hati, Yar.”

Ia masih tak banyak berkata. Namun pelukannya itu bermakna. Nasihatnya mengandung harapan besar. Harapan agar anaknya bernasib lebih baik darinya. Dan begitulah seorang ayah seharusnya.

Aku merantau, menuju pulau Jawa. Tak muluk aku ingin jadi orang yang hafal Al-Quran, bagiku bisa membaca Al-Quran dengan baik saja sudah lebih dari cukup. Mungkin bisa menjadi imam di kampung saat tarawih dengan ayahku menjadi makmum saja, aku sudah sangat bahagia. Karena aku telah berjanji membuatnya bangga. Tapi karena Allah, tetap menjadi niat yang utama.

Musim-musim berganti, setiap tahun aku pulang sekali. Mengunjungi ayah yang kurindui setiap hari. Ayahku adalah anak keenam dari empat belas bersaudara. Semuanya kaya raya kecuali dia, semua sudah naik haji kecuali dia.

Kini, setelah ia tak lagi memiliki perkerjaan, harapannya untuk naik haji hilang pelan-pelan. Namun bukan ayah namanya jika kehilangan semangatnya, dengan sedikit uangnya ia ikut mencicil TV kabel berlangganan, yang mana dibayar urunan beberapa keluarga dalam satu perumahan. Dengan TV tabung tahun 1998, dicarinya channel Mekkah dan Madinah. Di saat ia tidak berada di masjid, maka acara dua stasiun TV Arab Saudi itulah teman kesukaannya. Ia senang memonton sambil bersandar pada sebuah kursi. Jika ia bosan dengan siaran di Mekkah, maka digantinya ke siaran stasiun Madinah, jika bosan lagi, maka akan kembali ke stasiun semula. Terus berpindah seperti itu. Layaknya metromini jurusan Blok M-Pasar Minggu yang tak singgah ke terminal lain. Jika si tukang kameramen mengambil gambar Masjid Nabawi, lalu menyorot karpet hijau antara mimbar dan makam Nabi Shallallahu ‘alaihi wassallam, maka bibirnya bergerak, seolah ia sedang meminta, berharap agar doanya diterima. Lain lagi jika sang kameramen menyorot ka’bah, maka ayah bangun dari sandarannya, dipasangnya kacamatanya agar tak samar pandangannya, seolah ia membayangkan dirinya berada di sana lalu mengitari rumah tua itu dengan bahagianya. Dipandangnya ka’bah dan beberapa bagian Masjidil Harom dengan haru, lalu diliriknya wajahku, seolah berkata,

“Kau lihat, Yar.. itu prosesi umroh. Lihat Yar! Lihat Baitullah, itu kiblat kita. Tahukah engkau, Anakku, Ayah sangat ingin ke sana. Ayah ingin mencium hajar aswad, Ayah ingin berlari-lari kecil seperti orang di Shafa dan Marwa itu, Yar.. Lihat! ”

Aku kelu. Pria pendiam ini juga menyimpan cita-citanya dalam diam.

Yang membuat pilu di hatiku semakin ngilu adalah ketika melihatnya di masjid bergaul dengan teman-teman seumurannya yang semuanya juga sudah pernah menunaikan ibadah haji. Adalah adat di kampung kami bahwa sebuah pemuliaan panggil memanggil dengan sebutan “haji”. Teman-temannya kadang memanggil ayah dengan sebutan haji hanya untuk memuliakan ayah yang umurnya terlihat lebih tua dari mereka. Aku mafhum, ayah kelu di hatinya. Ingin ia seperti teman-temannya. Panggilan itu hanya fatamorgana untuknya. Seperti melihat air di aspal nun jauh, semu, tak ada apa-apa.

Pernah suatu hari ayah menolong seseorang di jalan. Orang itu berterima kasih sembari mendoakan,
“Terimakasih, Pak. Semoga Bapak cepat naik haji,” lirihnya.

Hari itu aku melihat ayahku tersenyum. Senyum itu, Kawan, senyum itu begitu dalam maknanya, untukku dan untuknya. Untuknya karena doa itu masuk ke hatinya lalu ia berharap agar di-ijabah Tuhan pemilik timur dan barat. Untukku, karena aku ingin sekali melihat ayahku tersenyum lagi, seperti hari ini, aku ingin sekali ayah pergi ke rumah Allah. Tuhan pemilik arah kiblat.

Di tengah perantauanku di Pulau Jawa. Setelah berganti-ganti pondok tahfizh beberapa kali, aku bermukim di Jogja. Hari itu, aku menelpon ayah, mengabari bahwa ada tes penerimaan mahasiswa baru Universitas Islam Madinah. Pria tua itu terperanjat. Lalu membanjiriku dengan kata. Bercerita ia, tiap detail katanya adalah semangat dan intonasinya berupa letupan-letupan motivasi. Ia laksana merapi yang menumpahkan seluruh larva. Mencurahkan apa yang ia rasa. Ia berjanji akan memberiku apapun yang kuperlukan untuk bisa ikut tes perguruan tinggi yang ia katakan sebagai universitas Islam terbaik di dunia. Aku pun terperanjat. Ganjil sekali, seolah itu bukan ayahku yang pendiam.

Dan yang paling membuatku haru adalah ketika ia berkata, “Jangan pikirkan masalah uang, Nak, jangan pikirkan. Ayah yang akan mencarikan. Insya Allah.”

Terisak ia.

Kau tahu, Kawan, ayahku sekarang hanya supir ambulan sebuah masjid, itu pun terkadang. Tak setiap hari ia dapat uang. Ia berjanji akan menyisipkan namaku dalam setiap doanya, di sepertiga malamnya. Setiap harinya.

Hari itu dua puluh dua tahun usiaku. Berada di pedalaman Jawa selepas salat Shubuh. Aku bersama dua orang temanku, Isnan dan Mukhroji. Kami baru saja mengikuti tes masuk Universitas Islam Madinah di Pondok Pesantren Darussalam, Gontor, Ponorogo. Kami memutuskan pulang setelah Shubuh. Nahas, pedalaman Ponorogo itu bukanlah Bogor yang angkot bisa lewat 24 jam. Kami menunggu sampai matahari meninggi. Berharap ada tumpangan transportasi.

Mukhroji cemas, ia harus secepatnya sampai ke Tegal karena ada suatu urusan keluarga. Berkali-kali pemuda tinggi ini menoleh ke sana-kemari berharap angkutan pedesaan segera datang. Sebentar duduk, ia bangkit berdiri, lalu menoleh lagi. Kawanku ini mungkin mendapat musykil yang berat dalam keluarganya. Lain lagi si Isnan, pemuda ramah asal Klaten ini ingin cepat pulang karena hampir setiap hari di sini ia memakan pecel khas Jawa Timur. Yang mana efek sampingnya adalah bosan, tak selera makan, dan sedikit mengganggu pencernaan. Pemuda terakhir, yaitu Aku, dengan alasan yang sama dengan Isnan. Karena kami membeli makanan secara patungan. Di pagi itu, kami menunggu dengan kumpulan rasa bosan.

Namun di ujung jalan, sayup-sayup bayangan kecil muncul, membesar dan kian dekat dengan tiga orang malang tadi. Bayangan itu menjadi nyata berupa sebuah mobil besar, gagah, dan nyaring bunyinya. Sebuah truk. Namun wajah dua temanku datar. Berbeda denganku yang sumringah tiap melihat sebuah truk. Kulambaikan tangan, girang aku. Berteriak-teriak seperti anak kecil yang baru pertama kali melihat ayunan di sebuah taman bermain.

Truk itu berhenti. Aku membuka pintu. Seorang pria di sana. Tak terlalu muda. Kutaksir empat puluhan umurnya. Pandangan matanya, seolah sudah tahu sebelumnya bahwa tiga orang di pinggir jalan itu hanya akan merepotkannya. Wajahnya sangar. Mimiknya kasar. Otot-otot badannya besar. Ia mirip tukang pukul seorang pejabat yang baru saja dilantik menjadi bupati.

Namun semua itu mencair ketika aku menatap matanya. Seolah ia melihat sesuatu di wajahku. Wajah yang seolah bicara. Berbicara bahwa ayahku adalah supir truk seperti dirinya. Dia pun seolah mengerti apa yang kubahasakan lewat wajah. Mungkin ada bahasa yang kurasa hanya aku dan para supir-supir truk saja yang memahaminya. Atau mungkin juga karena wajahku memelas dengan sempurna.

“Naiklah!” Ia langsung ramah. Entah kemana si tukang pukul bupati ini menaruh mimik seram yang diperagakannya sebelumnya.

Isnan dan Mukhroji naik dan duduk disamping sang supir. Hanya bisa untuk dua orang tempat duduknya. Aku? Ah, Kawan, aku mencari tempat favoritku. Menaiki bak truk itu. Bak itu hanya persegi panjang dari besi dengan sisa-sisa pasir berhamburan, melayang dan berputar terbawa angin. Aku duduk di sana. Hening. Bergoyang-goyang di jalan pedesaan yang bergelombang. Aku melamun. Di sana seolah ada lorong waktu yang membawaku jauh. Jauh ke masa lalu. Ke masa kecilku. Bersama ayahku di sebuah bak truk. Aku melihat ia bercerita. Aku mendengar intonasi khasnya. Aku mendengar suara kecilku tertawa. Aku merasa tubuh kecilku digendongnya. Wajah mudanya masih kuingat dalam pikiranku. Sesekali ia bercerita sambil mengusap rambut ikalku. Aku terbuai fantasi. Indah sekali.

Lorong waktu itu lalu mengembalikanku ke dunia nyata. Aku sendiri di sini merindukannya. Dalam sebuah bak truk dengan sisa-sisa pasir di dalamnya. Mataku sakit diserang butiran-butiran pasir yang melayang dalam pusaran angin di bak. Tapi bukan itu alasanku untuk meneteskan air mata. Air itu jatuh karena aku rindu pada ayah. Rindu tak terkira.
...
Beberapa musim berganti dengan cepatnya. Banyak hal-hal yang tak pernah kita kira dan kita duga. Sebuah doa melesat ke langit dan dijawab oleh Tuhan Pemilik Semesta. Aku akhirnya diterima. Aku dapat beasiswa ke Madinah. Lagi-lagi aku merantau jauh meninggalkan seorang lelaki tua. Sebelum pergi aku memeluknya. Ia kembali menjadi dirinya yang tak banyak berkata. Tapi aku tahu, pelukan itu sudah mengatakan semuanya. Bahwa ia bangga. Ia bangga anaknya bisa ke kota impiannya. Kota yang sering ia ceritakan. Bahwa ia pun rela jika seandainya tak pernah bisa ke Madinah, asal anaknya bisa. Anaknya bisa lebih baik darinya. Bisa berangkat haji. Bisa salat dengan ganjaran ribuan kali. Lalu kudengar kata keluar dari mulutnya, pujian untuk Ilahi Robbi.

Hari ini, di mana aku berdiri, di kota yang mulia ini, adalah giliranku yang berusaha berbuat untuknya. Aku masuk dalam program persiapan bahasa, dua tahun lamanya, sebelum bisa kuliah di salah satu jurusan yang tersedia. Berada di sini adalah level terendah seorang mahasiswa. Aku di sini adalah gabungan antara kejahilan bahasa dan keberuntungan bisa berada di sini semakin lama.

Kau tahu, Kawan, Kau bisa saja merendahkanku karena hinanya aku di mata kalian, kita berbeda, Kawan. Aku masih memiliki ayah yang harus kubahagiakan. Tiap uang yang kuterima kusisihkan, tiap lantunan doa kuselipkan. Aku ingin pergi haji bersama ayahku. Aku ingin mengitari ka’bah bersamanya. Menuntunnya. Berlari kecil di sampingnya antara Shafa dan Marwa. Aku ingin membimbingnya. Aku ingin suatu hari ia melihatku berada di kampus kita, yang ia sangka terbaik di dunia. Aku ingin ia tahu kalau aku sudah bisa membaca Al-Quran di Masjid Nabawi. Aku ingin memanjatkan doa bersamanya di Raudhoh. Ingin kuceritakan ia tentang seluk beluk kota ini, kota impiannya. Seperti ia menceritakan padaku ketika aku kecil.
Kapankah itu? Entahlah, Kawan. Entahlah kapan. Aku hanya ingin melihatnya tersenyum lagi. Tersenyum saat pergi haji.

Ayahku adalah lelaki tua seperti biasanya. Lelaki sepertinya bisa kita jumpai di mana saja. Tapi bagiku, ayah adalah lelaki istimewa. Aku bertahan di sini menunggunya. Menunggu keajaiban Tuhan untuknya. Akan tibakah saatnya?

Ini adalah cerita sederhana sebuah kata. Kata yang kita semua memilikinya. Entah kita masih memilikinya, atau telah tiada.

‘Ayah.’

Diceritakan kembali oleh ustadz Firanda Andirja, MA via Facebook
More aboutKisah Haru: Engkau Akan Menangis Jika Membacanya, Insya Allah

Menghilangkan Komedo Secara Alami dengan Air Hangat

Setiap orang kadang memimpikan kulit cerah dan tidak berminyak ditambah lagi tidak ada komedo yang ada di sela-sela wajah. Banyaknya komedo sebagian orang akan merasa minder di depan umum.

Komedo adalah kotoran yang menyumbat pori-pori dan tampak hitam ketika terbuka dan terlihat putih ketika tertutup seperti nasi dan bisa mengakibatkan jerawat.

Banyak penyebab komedo ini, yang paling umum adalah kelenjar minyak yang berlebih.
menghilangkan komedo secara alami
Image source: http://en.wikipedia.org/wiki/Blackhead
Ok, saya akan membagikan tips mudah menghilangkan komedo secara alami tanpa bahan pengawet yaitu cukup dengan air hangat. Caranya silahkan simak baik-baik yah..

1. Peralatan: sediakan handuk bersih untuk lap, air hangat-hangat kuku satu gayung, dan air dingin satu gayung.

2. Caranya: Masukkan handuk kedalam gayung air hangat, kemudian peras sedikit (sisakan air di handuk) kemudian usapkan kemuka secara merata dan teratur. Jika dirasa sudah cukup sampai wajah terlihat kemerahan (berseri) maka langsung celupkan handuk ke dalam gayung yang berisi air dingin. Dan silahkan Anda usap-usap sampai merata. 

Tujuan penggunaan air adalah agar pori-pori terbuka dan memudahkan komedo terkoyak dan copot. Sedangkan untuk air dingin adalah agar pori-pori yang terbuka tadi kembali menjad tertutup.

Lakukan cara ini secara rutin sebelum tidur malam, insya Allah komedo Anda akan berkurang dan jerawatpun juga berkurang.

Semoga bermanfaat.
More aboutMenghilangkan Komedo Secara Alami dengan Air Hangat

Kisah Penunggu Sawah Penghasil Anak

Dulu ketika belum ada facebook, belum ada twitter, belum ada harlem shake (ane biasa bilang harem sex, maklum orang jawa), belum ada dandang sutel, belum ada yang belum ada. Suasana masih sepi, hiruk pikuk manusia tidak semeriah konser partai.

Waktu kanak-kanak main petak umpet menjadi pemenang karena banyaknya semak-semak belukar sehingga yang mbesangpun susah mendapatinya.

Itulah dulu yang menjadi pribadi luar biasa, pribadi yang punya malu, pribadi yang bisa menjaga kehormatan keluarga.

Masih ingat!! mitos-mitos orang tua yang mengatakan pada anaknya, "nak sudah maghrib, nanti sawanen dan di gondhol bethorokolo" Maka berhamburanlah anak-anak yang bermain dan mereka pulang, sementara para orang tua menutup pintu-pintu jendela.

Saya tidak percaya mithos itu tapi saya percaya makna yang terkandung didalamnya, dalam islam ketika matahari terbenam maka tanduk setan akan muncul, setan-setan bertebaran, maka jika anak kecil berkeliaran menjelang maghrib biasanya terkena 'ain. Ah sudah kita kembali ke asal permasalahan perbedaan dulu dan kini, manusia-manusia yang kehilangan tempat bermain.

Siapa yang tidak kenal dengan penunggu sawah, dialah pak tani yang begitu telaten menjaga sawahnya dari ganguan makluk-makhluk asing.

Pekerjaannya yang mulia menghidupi masyarakat kota walau dirinya dalam keadaan susah. Siang-malam tidak kenal lelah hingga dirinya rela dijiplak dari jerami untuk jadi orang-orangan sawah. Untuk apa? Untuk kita untuk Anda orang-orang kota..

Anda tahu? Pak tani sesungguhnya membutuhkan regenerasi profesi yang menjadi tulang punggung bangsa.
penunggu sawah penghasil anak
Sumber gambar orang sawah: http://id.wikipedia.org/wiki/Orang-orangan_sawah

Generasi  Baru Penunggu Sawah


Yang  benar saja, profesi penunggu sawah kini banyak diminati para remaja. Bahkan remaja rela berhujan-hujan, berpanas-panas, gatal-gatal terkena ulat menjadi profesi penunggu sawah modern.

Walau sedikit heran pak tani tua tidak mengajarinya tapi generasi ini begitu produktif dan kreatif menjalankan profesinya.

Cara kerja remaja profesi penunggu sawah ini tentu lebih modern dari yang dulu. Disamping menunggu sawah bisa melakukan aktivitas sampingan. Ya.. bisa facebook, harem sex, dandang sutel… enjoy ketika kerja.

Tapi tiba-tiba pak tani heran, kenapa sekarang marak orang berbondong memilih profesi ini? Apa untungnya dan apa hasilnya?

Selidik punya selidik ternyata panen yang dihasilkan dari dari sawah yang ditunggu oleh mereka bukanlah padi, bukanlah beras, bukan jagung, bukan bawang, dan bukan buah-buahan.

Terhenyaklah pak tani, ternyata profesi mereka menghasilkan anak diluar nikah.

Support: Kumpulan Puisi dan Kisah
More aboutKisah Penunggu Sawah Penghasil Anak

Perempuan Malam Hari Dulu dan Kini

Perempuan Malam Hari Dulu dan Kini - Apa yang kamu pikirkan jika ada mulut seorang terucap perempuan malam? Tentu sebagian orang berpikir dengan makna konotatif. Iya enggak? Mungkin kamu yang malu-malu jawabnya hanya mengeleng-geleng kepala.

Tapi maaf ya sobat blogger jika kamu online di malam hari dan tersasar dengan keyword-keyword negative terkait perempuan malam. Tapi justru itu kamu akan terhenyat sebuah fakta sejarah wanita malam dulu dan kini.

Untuk permulaanya silahkan sebuah nasehat yang super dari seorang tokoh pergerakan dan juga seorang redaktur sebuah majalah islam terkenal. Ar-Risalah

Perempuan Malam Hari Dulu dan Kini

perempuan malam dulu dan kini
Sumber gambar: http://buatpuisi.blogspot.com/
Luar biasa perbedaannya, adakah perempuan malam seperti nisaaul lail untuk jaman sekarang?

Tapi inilah dunia yang semakin hari akan tersaring kualitasnya, semakin jauh dari generasi terbaik semakin langka orang yang terbaik. Tapi alangkah bahagianya menemukan wanita yang bak mutiara dizaman serba materialistis ini.

Ehmm perempuan malam hari dulu dan kini jauh sekali.
More aboutPerempuan Malam Hari Dulu dan Kini

Mendapat Pasangan Jelek (Motivasi Diri)

Mendapat Pasangan Jelek (Motivasi Diri) - Jalan-jalan ketemu orang jelek tapi yang dibonceng cantik, atau seorang perempuan jelek dengan pasangan tampan. Aku pernah tahu seseorang mengomentari kejadian unik ini, tapi memang nyata ada. Dengan istilah yang fakta walau dibuat-buat seperti fakta jika pasangan itu tidak sekufu,
mendapat pasangan jelek
A bad boy can be good for girl
"Masak wanitanya cantik seperti bidadari, tapi misuanya tepos gropos koyok silet dandang"

Atau alasan yang di dramatisir.

"Alah paling ceweknya matre....!!"

Tapi kenyataanya mereka (pasangan si cantik dan tepos gropos) asyik-asyik saja dan menikmatinya..

Itulah cangkemnya manusia, jika hasad dalam hatinya sudah penuh kadang tidak terima orang lain dapat kenikmatan. Orang lain dapat pasangan baik, cantik, tampan dan kaya raya

Jika keparahan hasad sudah jebol ujung-ujungnya pemerkosaan tetangga..

"Gila... istri temanku cantik banget, padahal temanku kere cuma modal rai baskom."

Tapi itu cuma kasus tiap person sedikit, walau bisa dibilang banyak...

Tapi cukup unik jika kamu membaca kisah ini:

Al-Ashmu’i mengisahkan, “Saya pernah masuk ke daerah pedalaman. Ternyata ada seorang perempuan cantik yang mempunyai suami jelek. Lalu saya bertanya kepadanya, “Bagaimana kamu bisa merelakan dirimu dimiliki oleh orang seperti ini?” Dia menjawab, “Coba dengarkan! Barangkali dia berbuat baik dalam hubungan antara dirinya dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala, sang Penciptanya. Sehingga Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan diriku sebagai pahalanya. Dan barangkali aku berbuat tidak baik, sehingga Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikannya sebagai siksa bagiku.”(Sumber: kisahmuslim.com)

Dari secuail kisah diatas maka patut kita renungkan kenapa pasangan kita jelek atau pasangan orang lain jelek. Jangan mudah menilai orang lain hanya terlihat dari fisiknya dan hendaknya kita berprasangka baik.
More aboutMendapat Pasangan Jelek (Motivasi Diri)

Hiburanku: Kisah Petir di Kepala

Just Banyolan, yang Penting Happy

tersambar petir

Bingung memilih, karena banyaknya pilihan. Dunia saat ini begitu indah, yang jelekpun tampak Indah, yang mukanya ancur tampak Indah.

Dan indahpun dikemas dengan hawa nafsu, maka menjadi lebihlah Indah.

Susah mencari wanita jelek, susah mencari pria jelek. Kribopun menjadi silk, mrongospun menjadi biji mentimun, 88 pun menjadi 11 berkat ramuan tongseng.

Kasihan pemuda yang minder, mencari pacar jelekpun susahnya minta ampun. Apalagi yang cantik.

Pemuda sudah biasa gandhul-gandhul kasoer.

Ah sudah... mun urusin dirimu sendiri, jangan urusin orang lain dul.

Baik kawan, karena aku juga dulu seorang pemuda tampan. Sudah berapa wanita di sekolah dulu bertekuk lutut dihadapanku mengharap agar bukunya dikembalikan sesudah mencontek PR.

Cukup curhatnya, kenapa bertele-tele ceritanya!! Kita sedang membahas Petir di Kepala dul.

Baik, kita lanjut...

Ternyata petir itu memang ada, begini ceritanya saya akan mengemas dengan gaya bahasa mbulet agar kamu tidak bisa membacanya.

beberapa hari lalu aku membaca majalah Islam bulanan dengan tema parenting, tapi aku lupa bahasanya, tapi ini kejutan luar biasa dan membuatku serasa ada petir di kepala..

Setelah itu aku baca ulang lagi isinya, ternyata luar biasa seperti ada petir dikepala.
Karena lupa lagi, aku baca ulang isinya, ternyata luar biasa seperti ada petir dikepala.
Wow akhirnya aku baca lagi, ternyata isinya luar biasa.

tapi aku masih lupa bahasanya.. akhirnya aku baca lagi majalahnya, ternyata serasa ada petir di kepala.

Kira-kira seperti itulah kisah petir di kepala.

Bersambung...

Yogyakarta, 28 Desember 2012

Petir Bagian 2


Sudah aku bilang kisah ini membuatmu bertanya-tanya dan misuh-misuh.

Sebelum tahu apa penyebabnya dari tema yang aku bawa.

Diawal aku sudah menyindir bagaimana pemuda sekarang lebih bisa gandhoel kasoer terhadap fitnah jaman ini.

Kalaupun tidak bisa melakukannya mungkin berharap bisa gandoel-gandoel. Terserah kamu bayankan apa kaliamat gandoel itu!!

Fahamkan? petir itu hanya sebuah majas.

Majas?? majas apa ya? sepertinya kau juga lupa pelajaran majas.

Sama..

Ups.. jelekpun sudah banyak yang tidak virgin.

Sepertinya kalimat itu majas bukan ya?

OMG, memang kamu layak dapat petir dikepala. bluarrrrrrr mampus kau bujangan. Kenapa tidak nikah saja..

#Eh bilang mampus..

=====
Dimajalah itu (lihat artikel saya sebelumnya bagian 1: Petir ) menceritakan dan akan aku ceritakan dengan bahasa tersurat meski tidak tersirat.

Rini anak baik budinya, yang tampak ceria harinya. Kini terlihat berbeda. Sang ibu merasa ada perubahan pada anak remajanya itu.

Ada apa GARANGAN?

Garangan adalah sejenis hewan kalau dalam bahasa indonesia dsebut musang. Kalau dalam literatur jawa garangan adalah hewan pemakan pithek (karena konon pitheknya si Mbah pernah jadi korban keganasan garangan, maaf sedikit curhat)

Ibu yang sudah mulai curiga sang anak yang mulai berkutat dikamar dengan teman HP nya dan Pencet-pencet jerawat (maaf jerawat ini bukan majas)

Ketika malam hari, ibu yang rajin shalat tahajud ini merasa penasaran apa yang menyebabkan anaknya berubah. Dibukalah kamar, kemudian dibukalah HP.
Kemudian dia membaca sebuah SMS dengan huruf terbalik-balik"

"Mlm kN4yc, hicK4M ya mQ Hlt 1R38M3m Nna8r0gnP kutN 4tNC Tq, UmQ kdT t1K4C n4K? LK kNaY4 T1kC k05B TQ 3kp NamgnP 4J y?
:-*
*Y3N0H U 3V0l*

Dibacanya pelan-pelan SMS itu, pertama ibu itu masih bingung.. diulang-ulanglah dan akhirnya...

'Malam cayank, makasih ya kamu telah memberi pengorbanan untuk cinta kita, kamu tidak sakitkan? kalau ayank sakit besok kita pakai pengaman saja ya!! :-* Love u honey

Dan PETIR ITU SEPERTI MENYAMBAR-NYAMBAR DI KEPALA!!

Dipandangilah putri cantiknya yang sedang tidur itu...

Dan...

Rentetan air mata mengalir...

======
Rabbanaa hablana min azwaajinaa wa dzurriyaatinaa qurrota a'yun, wa ja'alnaa lil muttaqiina imamaa. Amin

Referensi: Majalalah Karima

Link: http://irgimnur.blogspot.com/2012/12/hiburanku-kisah-petir-di-kepala-bag-1.html
More aboutHiburanku: Kisah Petir di Kepala

Merubah Nama Anak Menjadi Jelek

Berubahnya nama indah Abdulllah

memilih nama anak
Nama Kamu Siapa?
Teman bisa merubah sifat, maka cermatlah dalam bergaul.
Perhatikan sekecil apapun dalam bergaul, jangan sampai merubah apa yang menjadi indah.

Abdullah adalah nama pemberian nama dari orng tuanya, nama yang mengandung arti penghambaan terhadap Allah. Ini memang harapan orang tua agar anaknya kelak selalu mendekatkan diri kepada Allah...

Diantara usaha sang ibu adalah memasukkan Abdullah masuk TPA untuk berlajar agama...

Ya, Abdullah namanya... sudah dewasa

Tetapi disisi lain tanpa sepengetahuan ortunya dia bergaul dengan anak-anak begundal. Apa yang dia kerjakan ya? .... Abdullah kini mempunyai banyak teman di satu kampung maupun luar kampung..

Suatu hari datanglah teman dia dari luar kampung kerumahnya.

"Tok tok.. kulonuwun, salamungalaikum... tok tok.."

"Wangalaikum salam..." ternyata yang buka ibunya..

"Madosi sinten njih mas?"

"Doel Kempit enten bu?? kulo rencangenipun sekolah teng SMU "

"Doel Kempit sinten njih mas, teng riki mboten enten jenenge Doel Kempit.."

"Njih terosi alamate mriki bu, RT 112/RW 1 nomer 50..."

"Injih leres niki alamate, tapi mboten enten jenenge Doel Kempit.. " si ibu makin bingun nih..

"Njih bu matur suwun, menawi kulo klentu... Assalamu 'alaikum"

"Wangalaikum salam ".... si Ibu tutup pintu.

Lalu tiba-tiba Abdullah muncul dari belakang.

"Tamu siapa bu?"

"itu ada orang salah alamat.."

"Ohhh.. kok bisa bu, emang nyari siapa?"

"Ada orang nyari namanya Doel Kempit, tapi alamatnya bener sini...?"


"Lah buuk.. ornag itu nyari aku.. Doel Kempit itu aku bukkk!!"


Oh tidaaaakk ternyata nama Indah itu sudah berubah.

Bagaimana Nama Terbaik Anda?


Kisah diatas adalah penggalan dari banyaknya kejadian di masyarakat. Mungkin kamu pernah menjadi korban dari berubahnya nama itu.

Ambil contoh lagi nama populer yang sering berubah adalah Nama EKO, ayo.. kamu pasti tahu julukan dari nama ini?

Yap, kamu pasti nebak julukannya adalah binatang Ampibhi hehehehe..

Jika kita menjadi orang tua dan anak kita dipanggil seperti itu, bagaimana perasaan Anda?
More aboutMerubah Nama Anak Menjadi Jelek

Kisah Ta'aruf: Maaf Salah Orang

Waktu memang nge-trend istilah ta'aruf ane singkat menjadi tangarufatau istilah pacaran sesudah menikah. Gaya-gaya ala harokah menjangkiti sebagian temanku dalam masalah jodoh-jodohan.
salah wanita

Foto, salah satu wasilah yang terpenting dalam dunia tangaruf, dan tidak dikenal dalam dunia persilatan. Tapi menjadi platform antar murobbi.

"Ukht menikah yuk??"
"Sudah bilang ke murobbi ana belum akh?"
'Belum ukht.. hehhee"

Gedubrak.. murobbi seakan telah mengambil posisi wali nikah yang sah.

Tak ubahnya sahabatku MR. X yang ngebet ingin menikah tetapi bingung calonnnya siapa. Yap, alternatif adalah mencari sang Murobbi dengan channel kawat yang banyak,,

Akhirnya datanglah MR. X ini ke beliau, nego dan pilah pilih sedang berlanjut..

Seminggu dua minggu tak ada kabar.

=Mbah gimun tolong anter ane ke Bantul yuk.
- Ngapain akh?
= Ane kemarin tangaruf sama kawat melalui seseorang, tapi hanya diperlihatkan foto thok, penasaran ane?
- Yah, kan udah ada CV tuh..
= ya CV nya sih ada, katanya kawat tersebut begini dan begitu.. tapi ane sangsi banget deh.
- Lah ini mau datang ke rumahnya sudah sepengetahuan si Kawat dan si Murobbi?
= Belum

Akhirnya dengan senang hati ane mengantar MR X ke bantul meski nyasar-nyasar tidak tahu alamatnya, seharian penuh puter-puter. Eh tidak tahunya deket sama Kebun binatang. Nyesel banget sampai alun-alun bantul masih ngidul...

Sudah sampai alamat tanya-tanya tetangga-tetangga sebelah.....

Akhirnya pasti deh menuju pintu rumah si kawat, aku dipaksa menjadi juru bicara oleh MR. X kalau orng tuanya menemui.

Tapi qadarullah sebelum mengetuk pintu banyak suara gaduh, teriak-teriak, anak nangis g berhenti-henti.. dalam hati sudah mulai curiga. Bener g ya?

Kethuk-kethuk pintu tidak juga dibuka...

"Wa'alaikum salam, cari siapa mas?"

Kaget buka main yang buka seorang kawat berkulit hitam ber-kathok pendhek sepaha dengan pakaian semledot

"Apa benar ini rumah pak Paijo (nama samaran)?"

"Benar mas, tapi bapak sedang kerja..pulangnya nanti malam.. Eh silahkan masuk mas."

"Oh terima kasih mbak, kalau bapaknya enggak ada enggak apa-apa disini saja"

"Masnya dari mana? mungkin nanti saya sampaikan pesan ke beliau.."

"Mbak putrinya beliau yang bernama Eka (nama samaran) ya?"

"Iya betul.... loh kok mas tahu? masnya darimana ya?"

Kami semakin rikuh dengan penampilan si kawat itu dan semakin g enak aja lama-lama disini..

"eeh anu mbak.. kami pamit saja.."

"Loh kok... kan belum belum sampaikan perlunya apa mas?"

"Enggak mbak makasih, ntar saja datang kemari mau ketemu sama bapak ajah" (wah in boong banget dalm hati...

"Permisi mbak assalamu'alaikum..."

"Wa'alaikum salam"

Kami cepat undur diri..
ane introgasi MR X

"bener tuh kawat yang ente maksud?"

"Ya itu yang dikasih tahu murobbi.."

"lah kok begitu?

"Ya g tahu di fothonya putih kok dan berjilbab..."

"Lah yang kta temui itu apa.."

"Asyem ane nyesel tangaruf lewat fotho..."

Ngaciiiiiiiiiiiir

http://irgimnur.blogspot.com/2012/12/kisah-taaruf-maaf-salah-orang.html
More aboutKisah Ta'aruf: Maaf Salah Orang

Cara Mendapatkan Sahabat Sejati

Masih terkait artikel sebelumnya (Menyambung Persahabatan yang Telah Putus) kini kita bahas cara mendapatkan sahabat sejati.

Hidup ini tidaklah berarti jika sendirian (tidak punya teman). Tapi bagi orang-orang tertentu (tipe tertutup), malah lebih nikmat jika menepi seorang diri. Ia justru kadang lebih suka berteman dengan buku-buku, atau bersahabat dengan gagang pancingnya, berkawan dengan bebatuan dan ikan di kali. Mungkin orang tipe tertutup ini, punya pengalaman pahit dengan kawannya, atau mungkin ia pernah dikhianati manusia, sehingga ia mengambil kesimpulan bahwa tidak ada orang yang mengerti dirinya dan dapat dipercaya.

Jika seandainya ia tahu nikmatnya punya sahabat, niscaya Ia akan berusaha untuk menemukannya.
Bukankah Nabi Isa dan Nabi Muhammad itu punya sahabat-sahabat yang setia.?

Inilah beberapa tips mendapatkan sahabat sejati.

  1. Carilah kenalan sebanyak-banyaknya.
  2. Dari teman-teman itu, dekatilah lebih dekat lagi. intens-lah dalam menjalin komunikasi
  3. Seringlah memberi hadiah, walau secuil senyum
  4. Ikutlah gembira jika ia sedang gembira
  5. Ikutlah sedih jika ia sedang berduka
  6. Jika temanmu terpuruk, jangan meninggalkannya, Karena SAHABAT SEJATI BUKANLAH YANG DEKAT DENGANMU KETIKA KAMU SENANG, TETAPI YANG SETIA MENDAMPINGIMU KETIKA KAMU DITIMPA KESUSAHAN.
  7. Ketika ada masalah dampingi dia, beri solusi dan bukan menghakimi.
  8. Jangan pernah melupakannya tatkala kamu mendapat teman baru. Karena kebiasaan kita sering meninggalkan teman lama setelah mendapat teman baru.
  9. Seringlah komunikasi jika terpisah jauh, walau sekedar menanyakan kabar.
  10. ...
Mungkin ada kalian memberikan masukan lagi bagaimana mendapat sahabat sejati. Senang rasanya jika sobat berkomentar di bawah ini.
[Dana]
More aboutCara Mendapatkan Sahabat Sejati

Menyambung Persahabatan yang Telah Putus

Seringkali seseorang marah dan memutuskan persahabatan. Padahal putusnya persahabatan tidaklah menambah kecuali keperihan.

  1. Cobalah untuk memulai menyapa. Bisa juga lewat sms. Jika sms ga pernah.. telpon ga pernah...mana bisa tersambung lagi? hehe..
  2. Kirimkanlah surat kartu ucapan ketika Hari Raya, atau even-even yang berhaga..
  3. Kunjungilah rumahnya..
  4. Mintalah maaf jika memang anda yang memulai konflik maupun dia yang memulai konflik
  5. Berilah hadiah istimewa.
  6. Jika punya hutang, cepatlah bayar. Siapa tahu teman Anda marah karena hutang tak kunjung dilunasi
  7. Ajak makan bareng, kunjungi tempat-tempat yang mengenang memori indah saat bersama.

Bagaimanapun juga.. Menyambung tali yang kering Lebih mudah daripada menegakkan benang basah..
persahabatan yang telah putus
More aboutMenyambung Persahabatan yang Telah Putus

Macam-macam Cinta dalam Pandangan Islam


Sepertinya saya intermezo dulu untuk menenangkan hati dengan membaca dan menulis Artikel masalah cinta. Buat Anda-Anda yang suka membahas masalah ini saya mencoba memberikan faedah bagus dari kitab ulama kita Ibnu Qoyyim Rahimahullah yang diterjemahkan oleh pustaka mantiq dengan judul Terapi Penyakit Hati kalau tidak salah dalam kitabnya basaha Arab berjudul dzammul hawa wAllahu a’lam. Buku yang dihadapan saya sampul depan dan belakang sudah sobek, jadi tidak tahu siapa yang menterjemahkan dan tahun berapa diterbitkan.

Macam-macam Cinta


Ada empat macam cinta, antara keempat macam terebut ada pemisahnya.

Pertama, cinta kepada Allah. cita kepada Allah tidak cukup hanya untuk menyelamatkan diri dari siksa Allah, dan tidak cukup diwujudkan dengan memperbanyak pahala saja. Sebab sesungguhnya, orang-orang musyrik, penyembah salib, kaum Yahudi dan selain dari mereka, juga mencintai Allah (namun mereka menyekutukan-Nya pula –ed).

Kedua, kecintaan kepada apa yang dicintai Allah semata. Inilah cinta yang paling disukai Allah, yang paling lurus dan paling dekat kepada Allah.

Ketiga, kecintaan untuk Allah dan karena Allah. Cinta seperti ini merupakan keharusan cinta dari yang dicintai. Cinta tidak akan lurus kecuali kecintaan karena Allah dan untuk Allah semata.

Keempat, kecintaan terhadap hal-hal lain bersama dengan kecintaan kepada Allah, adalah cinta yang disekutukan. Semua orang yang mencintai terhadap hal-hal lain bersama dengan cinta kepada Allah, berarti bukan untuk Allah, bukan karena Allah dan bukan kepada-Nya. Ia menjadikan sekutu bagi Allah. Inilah cintanya orangg musyrik.

Selain empat macam cinta di atas, ada satu lagi jenis cinta alamiah, sebagai bagian yang kelima, yaitu bukan cinta dari apa yang ada di dalam hakekatnya atau tidak termasuk yang kita ada padanya. Contohnya, cinta manusia terhadap kebiasaan. Seperti orang yang mencintai air kalau kehausan, cinta kepada makanan kalau kelaparan, suka tidur, cinta  anak, istri dan lain sebagainya. Kecintaan yang demikian tidak tercela kecuali bila melalaikan Allah dan membuat jauh dari kecintaannya kepada Allah.

Allah berfirman :

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allahh.” (AL-Munafiqun :9).
“ Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingat Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan (ari) mmbayar zakat. Mereka takut kepada suatu hari (yang di hari itu ) hati dan penglihatan menjadi goncang.”
Suatu persahabatan khusus adalah persahabatan yang menjamin kesempurnaan dan mencapai puncak cinta, dimana tidak ada ruang dalam hati untuk kekasih yang lain , selain Allah. Dan itu adalah sebuah tempat yang tidak ada persekutuan dalam bentuk apapun dalan hal cinta; maqom (tingkatan) itu khusus untuk dua sahabat terdekat Allah yaitu Ibrahim dan Muhammad shallAllahu ‘alaihi wasallam. Seperti sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam :

“ Allah menjadikan saya khaliel (sahabat,kekasih) seperti Ia menjadikan Ibrahim sebagai kekasih-Nya (khaliel).” (HR.Ibnu Majah).

Dalam shahih Bukhari, disebutkan bahwa beliau bersabda :

“ Jika aku (boleh) menjadikan khalil ( sahabat khusus )dari penduduk bumi, tentu aku akan jadikan abu bakar sebagai khalil, akan tetapi kawan kalian itu adalah khalil Allah (khalilullah).” (HR.Bukhari)

Setela Ibrahim ‘alaihissallam memohon seorang anak dan dikabulkan, maka cintanya kepada sang anak melekat di hatinya, hingga kekasihnya (Allah) cemburu kepada khalilnya (Ibrahim) yang telah memberi tempat dalam hatinya kepada selain Dia, lalu Dia (Allah ) pun menyuruh Ibrahim untuk menyembelih anaknya.

Perintah menyembelih itu datang saat beliau tidur. Perintah itu menjadi ujian yang besar bagi Ibrahim ‘alaihissallam. Pada hakekatnya tujuannya bukan penyembelihan anak , tetapi penyembelihan hati untuk memurnikan kembali cintanya kepada Allah. Setelah khaliel Ibrahim benar-benar melaksanakan penyembelihan terhadap anaknya, sebagai sebagai bukti mendahulukan cintanya kepada Allah daripada cintanya kepada anaknya,maka tercapailah tujuan tersebut. Untuk itu penyembelihan tidak jadi dilakukan, karena Allah menebusnya dengan binatang sembelihan yang besar. Sesungguhnya Allah tidaklah memerintahkan sesuatu lalu dibatalkan tiba-tiba secara keseluruhan, melainkan perintah itu akan tetap sebagiannya atau diganti. Sebagaimana Dia tetap memerintahkan untuk memenuhi syarat fida’, seperti perintah shadaqah, dan shalat lima waktu setelah membatalkan perintah shalat lima puluh kali. Dan Allah pun masih menetapkan pahalanya. Allah berfirman, “ Tiadalah keputusan itu diganti di depan-Ku, melainkan tetap lima yang harus dilaksanakan, tetapi lima puluh pahalanya.” [Terapi Penyakit Hati, Pustaka Mantiq, hal. 335-337]

Sekarang Anda tahu macam-macam cinta dalam pandangan Agama. Semoga bermanfaat.


Share artikel ini :
More aboutMacam-macam Cinta dalam Pandangan Islam

Tunggangan Mewah Orang Miskin

Selamat malam sobat blogger, Hari ini nulis apa ya? Blank nggak ada tema buat menulis. Mau copas-copas lagi termyata blog ini kebanyakan kopas hehe.. emang ane tukang kopas. Tapi jangan salah, meski kopas ane berusaha mencantumkan sumbernya cihuuy..

Tema malam ini tentang Tunggangan Mewah Orang Miskin. Menurut sobat blogger apa ya tunggangan yang cocok buat orang miskin?

Asal bukan mobil Mini Cooper hadiah si cinta dari ayahnya Uya Kuya untuk ulang tahunnya yang ke-7. Sebagaimana yang dilansir oleh VivaNews mobil tersebut seharga Rp800 juta. Woooow emang kita kagak sirik ya sob uang segitu memang pantas untuk orang kaya, tapi secara logis anak cuma umur segitu naik sepeda onthel saja sering jatuh hahahaha... terus disuruh naik mobil??? Ohh apa kata dunia. 


Emang jaman sekarang seperti itu jangan heran dan jangan ngiri ya terkhusus buat anak orang miskin. Mending kalian belajar yang rajin, kalau tidak ada biaya sekolah mending cari sabit dan menggembala rumput. Untuk sementara nunggang kambing dulu hahahaha


Naik Kambing
Kalau sudah menjadi juragan kambing baru beli Mini Cooper, itupun kalau cukup. Kalau enggak cukup beli sepeda dulu lah.


Ah itupun cuma guyonan buat kita yang miskin sobat blogger, rizki itu sudah di atur sama Maha Kuasa, kita wajib bersyukur dengan keadaan kita mempunyai kaki yang kokoh yang bisa berjalan untuk mencari nafkah bisa berjalan untuk Ibadah (waduh kok ceramah nih..tapi gak apa-apa kita lanjut ceramahnya...). 


Tapi lanjut VivaNews, tidak mau kalau si Batak sang pengacara kondangan Hotman Paris Hutapea memberi kado juga buat putrinya, Felicia Putri Parisienne Hutapea, seekor Mobil mewah seharga Rp9 miliar.

Nah loh, kapok deh wakakakakak... memang orang kaya, mau ngapain lagi? Mau protes?

Sekali lagi buat orang miskin, jangan ngiri ye sama anak-anak siletbritis itu. Cukup kita naik jalan kaki waktu sekolah kalau jembatan putus langsung copot baju n berenang menuju sekolah. Itu lebih baik, badan menjadi bersih dan yang penting bisa menyalurkan hobby siapa tahu besok menjadi atlet perenang yang handal dari Indonesia. hehehe Amin.

Intinya: Belajar bersyukur dalam masalah dunia lihatlah orang dibawah kita.

Sumber gambar: kiflimally.blogspot.com

Catatan Blogger Indonesia
More aboutTunggangan Mewah Orang Miskin